Jumat, 30 Januari 2009

Persepsi

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA
hal kepada 2 anak laki-lakinya :

- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah
ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu
menjadi semakin miskin.

Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :


"Ini karena saya mengikuti pesan ayah.Ayah berpesan bahwa saya tidak
boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya
modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar
sementara aku tidak boleh menagih".

"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko
dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus
naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja,
tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal
yang sama.

Jawab anak sulung :


"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan
supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka
saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal
tidak susut".

"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang
dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko
sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah
toko yang lain tutup."

"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi
laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".


MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan
presepsi yang berbeda.

Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan
sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa
juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita... pilihan
ada di tangan anda.

'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa'

sumber: http://dstoriesoflife.blogspot.com/


Selengkapnya.. ..

"BERHENTILAH BERTERIAK"

Teriakan akan mematikan ROH.
Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui
pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di
Pasifik Selatan.

Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang
menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa?

Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan
akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lakukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati.

Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat
hingga ke atas pohon itu.

Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di
bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.

Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari.
Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan.
Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering. Setelah itu
dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan
mudah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini
sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka.

Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap
mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut
kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan
mati.

Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk
primitif di kepulauan Solomon ini? Ooow, sangat berharga sekali!

Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada
mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda?

Ayo cepat!

Dasar lelet!

Bego banget sih! Begitu aja nggak bisa dikerjakan?

Jangan main-main disini!

Berisik!

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena
Anda merasa sakit hati?

Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak diri!

Bodoh banget jadi laki/bini nggak bisa apa-apa!

Aduuuuh, perempuan / laki kampungan banget sih!?

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya:

Stupid, soal mudah begitu aja nggak bisa! Kapan kamu jadi pinter?!

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal :

Eh tahu nggak?! Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku nggak bakal nyesel!

Ada banyak yang bisa gantiin kamu!

Sial! Kerja gini nggak becus? Ngapain gue gaji elu?

Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel,
marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk
kepulauan Solomon ini.

Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai
mematikan roh pada orang yang kita cintai.

Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.

Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita
perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan
hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk
mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan.

Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita
berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?

Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.

Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat
tapi sebenarnya hati mereka begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling
berteriak!

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai
serta mematikan roh orang yang dimarahi karena perasaan-perasaan dendam,
benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin
melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang
yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah
menggunakan teriakan-teriakan.

Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh orang lain ataupun
roh hubungan Anda, selalulah berteriak.

Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin
dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita

(Author Unknown)



BONUS :

ANGER (KEMARAHAN) hanyalah beda satu huruf dengan DANGER (BAHAYA).

(Author Unknown)

Selengkapnya.. ..

Selasa, 28 Oktober 2008

Soempah Pemoeda

Untuk para pemuda dan pemudi diseluruh indonesia, pada hari ini tanggal 28 Oktober 2008 , genap 80 tahun memperingati hari sumpah pemuda. klo gak salah saat saya masih menginjak sekolah dasar, guru sejarah saya menceritakan bagaimana pemuda pemudi terdahulu memperjuangkan tanah air indonesia tercinta dari tangan para penjajah dengan cara mempersatukan semua kekuatan yang ada, mulai dari pemuda jawa ( jong java ) yang mayoritas dan merupakan pencetus ide, pemuda sumatra (jong soematra), pemuda kalimantan (jong kalimantan), pemuda sulawesi ( gk tau ada wakil apa gk di jkarta). di bukota negara repuklib indonesia tercinta, mereka memproklamirkan sebuah sumpah untuk salaing bersatu, bersatu dalam bahasa, bersatu dalam bangsa dan bersatu tanah air yaitu indonesia. saat itu mungkin saya, teman2 semua belum pada lahir ya?????akan tetapi para pemuda pemudi indonesia dengan lantang nya menyuarakan sebuah sumpah yang bisa mempersatukan seluruh rakyat indonesia untuk berjuang demi kemerdekaan yang sangat diidam - idamkan.
melihat pada saat itu mungkin kita juga akan berbuat hal yang sama, pa lagi sebagai pemuda pemudi yang masih bersemangat dan ditempa dengan keras nya hidup saat itu. yupz........SAAT itu n MUNGKIN........sekarang???????/apakah kita2 yg notabene nya sebagai pemuda yang dilahirkan jauh setelah indonesia merdeka (yang tidak pernah merasakan bagaimana rasa nya dijajah baik secara fisik maupun secara moral) harus membuang jauh - jauh semangat pemuda pemudi terhadulu untuk mempersatukan bangsa ini????walaupun indonesia sudah merdeka, tidak semesti nya pemuda pemudi sekarang tidak mau bersatu lagi, secara gitu lho manusia adalah makhluk individu yang so'sial sekali.
apa lagi di zaman yang serba canggih sekarang, membuat sebagian kecil manusia indonesia menjadi canggih, baik dari segi fisik, moral maupun mental. memang klo dilihat dari segi positif nya sangat berguna bagi kemajuan bangsa, akan tetapi klo dilihat dari segi negatif nya akan membuat keterpurukan moral bagi keberlangsungan kemerdekaan bangsa. kenapa tidak?????/anda - anda sekalian bisa lihat kondisi indonesia sekarang, berita di media cetak maupun elektronik, lebih banyak tentang kejahatan, kriminal, asusila, 80% pelaku nya dari umur 17 - 35 tahun ( masih masuk dalam kategori pemuda - pemudi gak ya???). apa sich sebenarnya yg melatarbelakangi semua perbuatan tersebut????ada yang berargument karena ekonomi, karena lingkungan sosial, karena pendidikan, dan lain sebagai nya.
coba kita lihat lagi kebelakang, betapa hebat nya bangsa indonesia, dengan beragam suku, agama, ras, budaya dan bahasa, tetapi mampu bersatu demi kedaulatan bangsa. jadi pertanyaan lagi, kenapa bisa begitu???????yupz.....benar, jawabannya untuk mendapatkan kemerdekaan, karena dengan bersatu kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.


bersambung, heheheheeheeee...........

Selengkapnya.. ..